Agen Asuransi dikenakan PPN dan PPh

Setelah cukup dihebohkan dengan PMK.03 No. 63/2022 perihal perhitungan pajak penghasilan untuk kripto, kali ini kita akan membahas perihal PMK.03 No. 67/2022 yang mana membahas PPN untuk komisi yang diperoleh JASA AGEN ASURANSI, JASA PIALANG ASURANSI, dan JASA PIALANG REASURANSI.

Sebelum adanya UU HPP, jasa agen asuransi yang bekerja pada perusahaan tidak dikenakan PPN karena jasa agen asuransi diasumsikan sebagai jasa asuransi yang mana jasa asuransi bukan termasuk objek pajak.

Namun sebenarnya pada surat edaran NOMOR S-13/PJ.32/1989, tertulis bahwa jasa asuransi merupakan jasa keagenan atau jasa perdagangan.

Untuk memperjelas perhitungan PMK.03 No. 67/2022, terlampir contoh perhitunga untuk JASA AGEN Asuransi sebagai berikut:

PT. ABC = Perusahaan Asuransi

Tuti = Agen asuransi bekerja sama dengan PT. ABC

Tgl 03 April 2022, Tuti berhasil memperoleh nasabah asuransi untuk PT. ABC dan mendapatkan komisi dari PT. ABC sejumlah Rp. 30.000.000, atas komisi itu maka:

PT. ABC wajib:

  • Memungut PPN atas komisi tersebut senilai Rp. 330.000

Nilai Rp. 330.000 diperoleh dari:

= 10% x 11% x Rp. 30.000.000

= Rp. 330.000

  • Menyetorkan dan melaporkan PPN yang telah dipungut dengan SSP atau sarana administrasi lain yang disamakan dengan SSP paling lama tgl 31 Mei 2022

Tuti wajib:

  • Apabila Tuti belum memiliki NPWP, maka Tuti wajib melakukan pendaftaran NPWP. KLIK
  • Menerbitkan faktur pajak kepada PT. ABC atau bisa melampirkan bukti pembayaran komisi dari perusahaan
  • Melaporkan SPT Masa PPN

Di samping perhitungan PPN, jasa agen juga akan dipungut PPh sesuai dengan perhitungan pasal 17.

Telegram channel: mypajak

Youtube channel: mypajak

Konsultasi dengan mypajak klik

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *