Cara Lapor SPT tahunan orang tua yang telah meninggal

Orang tua meninggal tidak meninggalkan SURAT WASIAT ada NPWP dan memiliki harta (berupa: tanah, rumah, gedung, usaha, dll)

Pada keadaan pertama ini, disarankan anak mengurus administrasi perpindahan harta dari orang tua kepada ahli waris. Apabila ahli waris dari orang tua lebih dari 1, maka untuk pembahasan pembagian besaran harta lebih baik didiskusikan kepada notaris agar diterbitkan surat APBH (Akta Pembagian Hak Bersama).

Setelah adanya pembagian warisan yang jelas, para ahli waris diwajibkan untuk membayar BPHTB atas penerimaan harta berupa tanah, rumah dan gedung.

Perhitungan BPHTB adalah:

(NJOP – NPOPTKP) x 5% x 50%

Contohnya:

Seorang anak menerima warisan dari orang tua sebuah rumah . Atas rumah tersebut, telah dikenakan PBB dengan NJOP sebesar Rp. 300 juta. Sedangkan untuk NPOPTKP karena waris untuk daerah tersebut adalah Rp. 200 juta.

maka BPHTB nya adalah Rp. 2.500.000

Biasanya untuk pengurusan BPHTP, bisa diurus ke bagian PPAT/Notaris.

Setelah dilakukan pembayaran BPHTB, dan penerbitan akta kepemilikan yang baru, maka ahli waris boleh mengajukan penghapusan NPWP untuk orang tua yang sudah meninggal. Pengajuan penghapusan NPWP boleh dibaca disini.

Sedangkan untuk para ahli waris, ingat untuk melaporkan adanya penerimaan harta warisan di laporan spt tahunan para ahli waris.

Ini adalah contoh pelaporan spt tahunan para ahli waris.

Telegram channel: mypajak

Youtube channel: mypajak

Konsultasi dengan mypajak klik

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *