Apa Perbedaan PPh Pasal 15 dan PPh Pasal 23

Apakah perbedaan PPh Pasal 15 dan PPh Pasal 23?

PPh pasal 15 bersifat FINAL.

PPh pasal 23 bersifat tidak FINAL, terkecuali untuk perhitungan Penerbangan Dalam Negri

Penerapan PPh Pasal 23 untuk, yakni:

dikenakan PPh pasal 23 tarif 2% dikalikan nilai DPP

  1. Sewa selain tanah dan bangunan terhadap lawan transaksi yang berbentuk badan
  2. Pembelian jasa terhadap lawan transaksi yang berbentuk badan, terkecuali untuk perusahaan pelayaran dan penerbangan yang menjual jasanya dengan sistem charter

dikenakan PPh pasal 23 tarif 15% dikalikan nilai DPP

  1. Dividen atas pemegang sahamnya memiliki kepemilikan < 25%
  2. Bunga pinjaman selain Bank & Leasing lainnya
  3. Royalti
  4. Penerima hadiah penghargaan/bonus yang bukan merupakan orang pribadi

Penerapan PPh Pasal 15 untuk, yakni:

  1. Pelayaran Dalam Negri, PPh Pasal 15 tarif 1,2% dikalikan peredaran bruto
  2. Penerbangan Dalam Negri, PPh Pasal 15 tarif 1,8% dikalikan peredaran bruto
  3. Pelayaran / Penerbangan Luar Negri (BUT), PPh Pasal 15 tarif 2,64% dikalikan peredaran bruto
  4. Export perwakilan dagang Luar Negri, PPh Pasal 15 tarif 0,44% dikalikan peredaran bruto

Khusus untuk penerbangan dalam negri, besaran PPh Pasal 15 tidak bersifat final dan boleh dikreditkan.

Jadi, pada saat pelaporan SPT masa tetap dilaporkan sebagai PPh pasal 15, namun pada saat pelaporan SPT tahunan nominal PPh pasal 15 untuk Penerbangan Dalam Negri dilaporkan pada kolom PPh pasal 23 agar bisa dikreditkan.

 

Youtube : mypajak

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *